Beranda Pelaksanaan Pengawasan Pintu Masuk dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19
Pelaksanaan Pengawasan Pintu Masuk dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19
Pelaksanaan Pengawasan Pintu Masuk dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Pandemi Covid-19

(Gorontalo, 02 Maret 2020) Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 ini dinamakan Sars-CoV-2. Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia).

Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Tanda-tanda dan gejala klinis yang dilaporkan pada sebagian besar kasus adalah demam, dengan beberapa kasus mengalami kesulitan bernapas, dan hasil rontgen menunjukkan infiltrat pneumonia luas di kedua paru.

Berdasarkan bukti ilmiah, COVID-19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui percikan batuk/bersin (droplet), tidak melalui udara. Orang yang paling berisiko tertular penyakit ini adalah orang yang kontak erat dengan pasien COVID-19 termasuk yang merawat pasien COVID-19.

Pada tanggal 30 Januari 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)/ Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia (KKMMD) dan  pada tanggal 11 Maret 2020, WHO sudah menetapkan COVID-19 sebagai pandemic.

Covid 19 terjadi di 196 negara dengan jumlah kasus 3.759.255 kasus konfirmasi dengan jumlah kematian 259.461 (CFR=6,9%) . Negara yang  memberikan kontribusi terbesar kasus konfirmasi dan kematian yaitu negara Amerika Serikat yakni 1.215.571 kasus positif dengan angka kematian 67.146. Kemudian Negara Spanyol dengan 221.447 kasus positif dengan angka kematian 26.070 orang dan negara Italia 215.858 kasus positif dengan kematian 29.958 orang. Negara Malaysia yang merupakan negara asal dari kepulangan WNI-M KPO ke Indonesia mempunyai kasus konfirmasi positif sebanyak 6.467 kasus positif dengan angka kematian sebanyak 107 kematian. (WHO, Situation Report 08 Mei 2020)

Pada tanggal 2 Maret 2020, Indonesia melaporkan kasus konfirmasi COVID-19 sebanyak 2 kasus. Situasi di Indonesia, sejak 30 Desember 2019 sampai 08 Mei 2020, terdapat 12.776 kasus konfirmasi positif COVID-19 dan 930 kematian (CFR = 7,2%). (Kemenkes, 08 Mei 2020)

Indonesia sudah ditetapkan dalam status darurat Bencana Wabah penyakit akibat virus corona. Berdasarkan Surat Edaran Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Jenderal tanggal 07 Maret 2020, perihal Pengetatan Pengawasan Kekarantinaan Kesehatan pada Pekerja Migran Indonesia dan Tenaga Kerja Asing (TKA)  maka WNI M-KPO wajib dilakukan pengawasan kekarantinaaan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan di bandar udara, pelabuhan maupun PLBDN debarkasi di Indonesia sesuai dengan ketentuan perundangan.

Berdasarkan instruksi tersebut, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Gorontalo menugaskan seluruh pegawai untuk melakukan pengetatan dalam pengawasan kekarantinaan kesehatan di pintu masuk khususnya di daerah Provinsi Gorontalo.

Melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan prinsip-prinsip pencegahan dan pengendalian infeksi yakni penggunaan APD yang sesuai dengan protokoler kesehatan.

Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
CAPTCHA Image